CERPEN-TRALALA
Tralala #1
Rembulan malam yang indah dan di temani bintang kecil untuk menghiasi malam yang indah ini, di masa-masa yang masih remaja ada sekelompok Pelajar SMA yang bersahabat ada yang bernama Salsa, Agis, Firda, Remi, dan Habib kelima orang tersebut bersahabat sejak dia masih SMP, mereka di SMP yang sama dan SMA mereka pun memilih untuk bersama.
Mereka semua tinggal disebuah kos, Remi dan Habib mereka berdua tinggal di kos yang sama sedangkan Salsa, Agis, dan Firda juga ngekost bersama. Pada malam hari itu mereka semua berencana untuk nongkrong di sebuah cafe yang lumayan dekat di kosannya sekitar 1 km dari kos jaraknya.
Agis pun mengajak semuanya untuk bersiap-siap pergi nongkrong ketika itu Firda masih ngantri untuk mandi "Ih lama amat sih mandinya" ucap Firda menunggu Salsa untuk mandi, "Sabar dong buru-buru amat sih emang ada apa?" Jawab salsa yang sedang mandi, "cepet ih buruan"ucap Firda yang sedang terburu-buru.
Remi dan Habib pun bersiap-siap juga, Habib bingung mau milih baju yang mana buat nongkrong, "Rem Rem bagusan yang mana ini yang ini atau yang ini(sambil menunjukkan bajunya)"tanya Habib kepada Remi, "ya terserah kamu sih aku mah nggak paham tuh fashion yang penting pakai baju enggak telanjang gitu aja biar enggak malu-maluin "jawab Remi dengan santainya.
Adzan Maghrib pun sudah berkumandang Remi dan Habin segera bergegas untuk mengambil air wudhu dan segera sholat, saat sholatRemi dan Habib ditelepon oleh Agis Agus dan teman-temannya sudah siap berangkat tinggal menunggu Habib dan Remi untuk pergi, setelah salat Habib dan Remi segera bergegas untuk menghampiri cewek-cewek itu.
"Brum!!" Suara motor Remi, Habib dan Remi berboncengan naik motor, mereka berdua menuju ke kosnya Salsa dan kawan-kawan, saat sampai di kosannya Salsa dan kawan-kawan tiba-tiba sepedanya Remi tersendat-sendat dan kemudian mati "Rem kok mati sih sepeda mu" kata Habib "Eh..., gua lupa beli bensin kampret ni bocah lu sih enggak ngingetin "kata remi "mana gua tahu lu aja gak bilang apa-apa sama gue, kok jadi nyalahin gue" jawab Habib "Salsa, Agis Firda woi keluar " Teriakan Remi memanggil mereka, mereka bertiga pun keluar kos, "Lama bener sih dari tadi ditelepon gak diangkat" kata Agis, "mana ada telpon" jawab Remi, "yaudah lupakan langsung berangkat aja" saut salsa.
Mereka semua mulai berangkat Remi pun mulai menyalakan motornya tapi tidak bisa karena bensinnya habis " Eh lu gila ya bensin habis kenapa lu nyalain nggak beli dulu goblok ", kata Habib sambil ngegas "aduh gue lupa" jawab Remi sambil ketawa "apa mau gua kencingin ini motor lu biar bisa nyala lagi" candaan Habib, "gua sodok lu ya bukan malah nyala tapi rusak nih motor gegara lu kencingin, air kencing lu tuh mengandung rabies malah karatan nantinya di motor gua" jawab si Remi
kebetulan dekat kos putri ada jualan bensin eceran jadi mereka sementara beli dulu di sana untuk mengisi bensin supaya tidak habis, lalu mereka mencari pom untuk mengisi full agar tidak kehabisan lagi, Salsa dan kawan-kawan berangkat duluan ke cafe, setelah Remi mengisi bensin sepedanya sangat sangat kencang sampai mukanya kleyotan si habib berpegangan di punggung Remi sambil ketakutan.
Ketika sampai di cafe Remi dan Habib di tunggu oleh Salsa dan kawan-kawan "Woi..., kamu kenapa masih di sini bukan masuk saja pesan sana yang banyak ntar Remi yang bayarin" kata Habib "Lama-lama lo tonjok ya, gua dapet uang dari mana pemasukan aja gak ada masih nunggu transferan aja belum transfer" kata Remi "Yaelah Remi sekali-sekali lah bayarin kita ya kan?" Kata Firda
Mereka semua pun Masuk cafe dan semuanya memesan es cappucino karena harganya yang lumayan murah dan mereka pun sedang bokek karena tanggal tua.
Saat di cafe mereka bercanda dengan serunya tanpa adanya keresahan tapi si Salsa merasa bahwa dirinya sedang mengingat sesuatu, "Sa lu mikirin apa sih kok galau amat kelihatannya nya" kata Remi mengomentari Salsa "jadi gini gua dulu pernah di sini bareng mantan pacar gua, dan di tempat ini gua juga ditembak jadi olehnya, gua ke ingat masa itu gua jadi agak sedikit gimana deh nggak bisa jelasin dengan kata-kata aku susah banget dah" curhatan Salsa, "Dasar Salsa, ini tahun berapa masih aja mikirin Mantan, have fun dong kita disini bersenang-senang bukan buat ingat mantan" kata Habib sambil ketawa, saat itu mereka asyik mengobrol tanpa berfikir yang aneh-aneh.
© kikukafandi~2021

No comments: